Ini 5 Strategi ESDM Tekan Harga Gas Industri Sejak 2016

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga gas industri menjadi sorotan lagi. Presiden Joko Widodo kesal karena sudah hampir 4 tahun sejak aturan diterbitkan, belum ada perkembangan signifikan untuk turunnya harga industri.

Jokowi terbitkan PP 20 Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi beberapa tahun lalu. Dalam aturan disebut 7 jenis industri dapat menikmati penurunan harga gas, yakni industri baja, pupuk, petrokimia, keramik, kaca, sarung tangan, dan oleochemical.

Tapi Jokowi belum puas, ia ingin harga gas buat industri bisa ditekan di angka US$ 6 per MMBTU mau bagaimanapun caranya dan harus tuntas dalam 3 bulan ini.

Lantas, apakah dalam 4 tahun terakhir Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak melakukan apa-apa?

Seperti diketahui, urusan gas memang kompleks karena ada dari sisi hulu sampai hilir.  Di sektor hulu, pemerintah perlu melakukan review kontrak-kontrak yang diteken sejak bertahun-tahun lalu.

Selain itu, Kementerian ESDM menyebut ada lima strategi untuk menurunkan harga gas industri. Plt. Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menerangkan lima strategi tersebut di antaranya, Pertama, menghilangkan trader bertingkat.

Kedua, membatasi margin badan usaha di midstream misal Internal Rate of Return (IRR) di batasi maksimal 11%, biaya lain termasuk marjin dibatasi maksimal 7%. Ketiga, harga gas di mulut sumur maksimal 8% dari Indonesian Crude Price (ICP). Keempat, harga gas di plant gate maksimal 14.5% dari ICP.

Source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200108131321-4-128545/ini-5-strategi-esdm-tekan-harga-gas-industri-sejak-2016